Berlangganan

Episode_Pena

Salam Pena

Sahabat semua....
Pena harus senantiasa menulis, agar pena mempunyai ketajaman pesan. Episode_Pena tempat untuk saling berbagi & menambah wawasan. Silahkan Sahabat semua memberikan saran, kritik, masukan atau 'say hello' dengan meng-klik & mengisi Buku Tamu :)

Oktober 19, 2011

Puzzle Cinta part 1 : Suamiku, Penjagaku


SUAMIKU, PENJAGAKU

Waktu menunjukan pukul 02.00 dini hari, ketika menginjakkan kaki di Bumi Rembang. Suasana jalanan masih cukup rame dengan para pedagang kaki lima.

Aku hirup nafas sedalam-dalamnya, meluruskan kakiku yang pegal-pegal setelah menempuh perjalanan Kuningan-Rembang selama 8 jam. Bagiku, yang sedang memasuki usia kandungan 7 bulan rasanya seperti angin segar setelah keluar dari bis.

Home sweet home, back again .................


Ke rumah kontrakan kami tercinta, KH. Bisri Musthafa No. 10 (Samping timur Pesantren Gus Mus)

Sholat jama’ qoshor Maghrib-Isya, makan malam dan istirahat.

Pukul 05.00 kami sudah terbangun, aku merasakan kepala serasa berat dan keringat dingin mulai keluar, bismillah aku ambil air wudhu dan sholat berjama’ah bareng suamiku dilanjutkan dengan al matsurat pagi.

“Neng, kok badannya panas. Lagi sakit y ?” tanya suamiku ketika menyentuh keningku

Aku mengangguk, “Kayaknya kecapean aja, seminggu di Kuningan kita silaturahim full naik motor, puncaknya mungkin sekarang, karena sudah perjalanan jauh. Insya Alloh siang juga udah baikan”.

“Ya udah, sekarang istirahat aja dulu.....nggak boleh beres-beres rumah. Biar Aa aja”

Aku terharu, tapi nggak tega juga membayangkan suamiku menyapu dan mengepel rumah.
“Neng setrika-in baju untuk ke kantor dulu y, habis itu istirahat” sahutku

Dan pagi itu, luar biasa......
Aku hanya menyetrika, setelah itu terbaring di tempat tidur....
Suamiku membersihkan kamar mandi, menyapu lantai dan membelikanku sarapan.

“Sampe kondisinya fit, Neng harus istirahat, biar si Dedenya juga sehat. Klo sakitnya lama, besok kita periksain ke Bidan”.


Sampe pukul 12.00 ternyata panasku tak mau turun-turun, bahkan pas makan siang bareng suamiku, tiba-tiba perutku terasa dikocok-kocok. Aku langsung ke kamar mandi, dan walhasil.......sarapan-cemilan pagi & makan siang saat itu juga ke luar semua.

“Muntahnya kok banyak banget....” Kata suamiku sambil menyodorkan pengki untuk membersihkannya.

“Kayaknya keluar semua nih A, jadi lemes”

“Ya udah, buat pengganti makanan yang keluar mau dibeliin apa ? kasihan perutnya, jangan dibiarkan kosong”.

“Hmmm apa aja yang penting ada buah-buahannya”


Aku dibimbingnya ke Kamar tidur untuk istirahat, diselimutin (hiks.......hiks terharu).

“Istirahat dulu, Aa beliin es krim-biskuit roma sama buah-buahan. Nanti langsung dimakan y”

Yups, sahabatku begitulah sepenggal kisah ketika kurang lebih 4 hari kemarin diberi nikmat demam.

Suamiku-Penjagaku...................

Ternyata dengan sabar, laki-laki teduh ini mau menggantikan tugas-tugas harianku : menyapu, menyediakan sarapan, makan siang dan makan malam tepat waktu, menyelimutiku sewaktu akan tidur, membacakan tilawah untukku dan tentunya untuk Dede Bayi yang di perut. Mengantarkanku ke Bidan ketika panasnya tak kunjung reda juga, sabar menungguku dan memastikan bahwa aku sudah benar-benar minum obat yang diberikan.

Alhamdulillah setelah 4 hari, akhirnya, demamnya reda juga J

Suamiku-Penjagaku.....................
Syukron atas perhatiannya selama ini, atas kerja sama dan peran yang sedang dilakoni di rumah kecil kita. Atas pembelajaran-pembelajaran tanpa henti untuk membangun keluarga yang kita impikan “QF_Maufa ”. Semoga Alloh memberkahi setiap langkah-langkah kita.

Dan untuk semua sahabatku, mari kita berfastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan).
Mengarungi bahtera keluarga, ternyata bukan hanya sekedar mengartikan laki-laki sebagai suami dan perempuan sebagai isteri. Tapi, pembagian peran yang disepakati oleh Suami-Isteri.
Saling mendukung dan saling melengkapi peran yang dijalankan oleh masing-masing, tentunya akan menjadikan bahtera keluarga menuju penyempurnaan DienNya :)
Rembang, 7 September 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar