Berlangganan

Episode_Pena

Salam Pena

Sahabat semua....
Pena harus senantiasa menulis, agar pena mempunyai ketajaman pesan. Episode_Pena tempat untuk saling berbagi & menambah wawasan. Silahkan Sahabat semua memberikan saran, kritik, masukan atau 'say hello' dengan meng-klik & mengisi Buku Tamu :)

Desember 13, 2010

Tips Menyiasati Si Jenuh : Aku Temukan Kembali

Selasa guelapnya re hari ni, anginnya kenceng buanget, ampe-ampe plang rumah makan Takana roboh...
Wuih pohon depan kamar Al Khonsa juga ikutan roboh. Tak lama berselang, rintik-rintik hujan pun turun. Jam masih menunjukkan pkl 13.53 WIB.

14 Desember hari ini,
Tepatnya tahun 2010.............kurang lebih ¼ abad perjalanan kehidupan. Tidak terasa.
Bagaimana denganmu Sobat ? banyak kejutan dan haru biru yang mewarnai.
Masih banyak hal yang pastinya ingin diraih.

Pernah, kita merasakan kebosanan yang sangat dengan rutinitas pekerjaan kita. Sehingga, kita melihat rumput tetangga selalu lebih hijau.
Apa-apa yang dilakukan akhirnya hanya berujung jenuh, bekerja apa adanya, tidak bersemangat.... dan mekanis.


Tapi, luar biasa, ketika kita melihat titik kejenuhan ini dari sudut lain (berapa derajat ya kira-kira.....:))
Yup, aku menemukan betapa titik jenuh itu adalah titik balik kita untuk kembali menyegarkan apa yang ada dalam diri kita, menghijaukan kembali yang semula tampak gersang, menjadi pelepas dahaga.

Ujian terberat adalah ketika terlintas pikiran untuk resign dari pekerjaan, karena merasa belum bisa optimal. Banyak target secara personal yang belum bisa tercapai dengan target secara lembaga, gimana tidak kepikiran...coba. Dan masya Alloh sampe bertanya, kayaknya belum bisa ngasih kontribusi apa-apa nih dan mencari-cari kembali spesifikasi diri.

Ini seninya hidup kali ya, ga seru kalau lurus-lurus aja, harus ada lika-likunya.

Nah, itu dia, akhirnya aku menemukan bahwa di titik jenuh itu, aku mencoba untuk melakukan aktivitas yang tidak terlalu memporsir diri. Berenang bareng dengan teman-teman asrama, ngobrol santai dengan para santri dan denger curhat mereka, makan dan jalan-jalan bareng with my lovely husband sekaligus sharing, sekali-kali pulang ke rumah melihat Bapak-Bunda dan adeku, Ibu-Bapak Mertua dan Uwa-Bibi-Mamang. Dan aktvitas lainnya, meluangkan waktu kembali untuk membaca majalah dan buku-buku yang sudah lama terpajang manis, pokoknya dalam rangka menikmati setiap aktivitas yang ku lakukan. Jangan sampai secara jasad kita hadir, tapi secara hati dan pikiran melayang kemana...kan ga seru toh.

Yup, and the last...I find it. I find to enjoy my life again. Alloh selalu sayang kita, terlalu sering kitanya yang meninggalkan Rabb kita......padahal Dialah Dzat Yang Maha Setia melihat diri kita mengubah keadaan diri untuk selalu menjadi lebih baik. Dia tidak akan pernah merasa bosan.

Dan aku menemukan di titik jenuh ini, bahwa hidup butuh selingan. Jangan terjebak dengan aktivitas monoton yang justru bikin ga produktif. Apalagi kalau hanya sekedar dipikirin, pokoknya ayo dijalankan dan dikerjain dulu.

Jadi inget kata-katanya Imam Ali bahwa jiwa kita jangan selalu diajak untuk sesuatu yang berat-berat, karena bisa jadi jiwa kita kan mati. Tapi selingilah ia dengan hal-hal yang bisa meringankan jiwa (yang seperti apa ??? silahkan Anda menemukannya sendiri, yang pasti masih dalam koridor cintaNya).

Selamat mencoba dan katakan “Ketika jenuh menyapa,siapa takut “.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar