Berlangganan

Episode_Pena

Salam Pena

Sahabat semua....
Pena harus senantiasa menulis, agar pena mempunyai ketajaman pesan. Episode_Pena tempat untuk saling berbagi & menambah wawasan. Silahkan Sahabat semua memberikan saran, kritik, masukan atau 'say hello' dengan meng-klik & mengisi Buku Tamu :)

April 06, 2010

Dan 800 pun Bergema Menggetarkan

Manis menuju Jalanan Siliwangi di pusat kota Kuningan, pukul 7 tepat APV melaju cepat menuju Sanggariang. Sambil menikmati sarapan nasi uduk di dalam mobil, cek akhir persiapan acara pagi ini.
Umbul-umbul bendera PKS dan spanduk bertuliskan “Hadirilah Tabligh Akbar Maulid Nabi bersama Ibu Gubernur Jawa Barat Hj. Netty Prasetyani, M.Si., Bidang Kewanitaan DPD PKS Kuningan ........“ telah terpasang di lokasi acara, tetap saja tidak mengurangi dag-dig-dug, detak jantung kami.

Masih terekam bagaimana persiapan untuk acara ini, 3 hari perubahan waktu, 2 kali revisi surat dan proposal. Dengan bermodal tekad dan semangat, akhirnya kepanitiaan dibagi untuk fokus pencarian dana dan mobilisasi massa. Mulailah proposal dana disebar ke sponsor-sponsor dan surat-surat undangan dibagi ke 32 Kecamatan, bekerja sama dengan Pemda setempat.

Rabbi ..............
Dan mereka pun begitu tangguh,

sebagian besar panitia adalah ummahat dan mereka pun berprofesi tidak hanya di rumah, ada yang PNS-Guru-Dagang,dengan 2-6 orang anak. Tapi subhanalloh, mereka masih bisa memberikan ruang waktu-pikir-tenaga dan mal untuk acara ini.

Kamis, 11 Maret 2010 pun tiba juga
Tenda dan umbul-umbul sudah terpasang rapih,
Kursi sudah dipersiapkan untuk kuota 800 – 1000 orang.
Aku duduk memandang layar Compaq dan Acer, mengecek slide-slide yang akan ditampilkan (buah karya temanku), instrumentalia dan nasyid backsound. LCD fiks, sound sistem pun fiks. Dan satu per satu dan bahkan rombongan, undangan mulai berdatangan. Kursi-kursi kosong dihadapanku mulai terisi penuh bahkan sampai keluar gedung. Ketika Ibu Hj. Kokom Komariyah (Ketua Bidang Kewanitaan), Ust. Daswa, S.Si. (Ketua DPD), Ibu Kapolres Kuningan, Ketua Muslimat NU, Ibu Hj. Nenoh Burhanah Holil, Perwakilan dari Aisyiyah Muhammadiyah, perwakilan dari GOW, perwakilan dari PUI dan Pemda datang, maka MC pun memulai acara.

Gema Shalawat terdengar ke seluruh penjuru Gedung Sanggariang,
Ruangan menjadi riuh bersemangat ketika rombongan Ibu Gubernur Hj. Netty Prasetyani, M.Si. dan Ibu Bupati Kuningan Hj. Utje Choeriah Suganda tiba di tempat acara. Semua yang hadir tertuju ke arah rombongan, mencari mana sosok Ibu Provinsi kita, Ibu Hj. Netty Prasetyani.
Masih dengan ciri khas beliau, tersenyum dan menyapa setiap orang sebelum duduk ke kursi undangan, berbalut kerudung dan baju hijau lumut, rapih-menyejukkan.
Kelahiran Jakarta, 15 Oktober 1969 (Bulan lahirnya sama nih...), mengenyam pendidikan di Jurusan Geografi Fakultas MIPA UI, STBA LA jurusan Bahasa Inggris dan Pasca Sarjana UI Jurusan Kajian Wanita, dengan motto hidup beliau “Selalu ingin bermanfaat untuk orang lain”.
Semua mata menatap beliau, ketika Ibu Gubernur kita memaparkan hikmah maulid dan kaitannya dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Apapun bajunya, ketika kebenaran adalah pegangan kita, maka unsur perbaikan adalah tanggung jawab kita bersama. Bukan pangkat dan jabatan yang akan dilihat, bukan pula banyaknya uang. Ada 4 hal dari Hadits Rasul yang bisa kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat : sebarkan salam, jalin silaturahim, sholat disaat yang lain tertidur, dan memberikan makan pada mereka yang kelaparan. Dari 4 hal ini, maka 1 hal adalah dimensi vertikal-hubungan kita dengan Alloh dan 3 hal adalah hubungan horizontal-hubungan kita dengan sesama manusia dan mahluk-Nya”.

Subhanalloh ......................
Semua masih khusyu mendengarkan......
Spirit untuk meneladani Rasullulloh SAW, Rasul dan Nabi kita tercinta, ternyata tidak hanya untuk menjadikan kita baik secara pribadi, tapi bagaimana kita bisa mengajak di sekeliling untuk bisa menjadi baik secara sosial.

Acara ditutup oleh Mubalighoh Kota Kuningan Ibu Hj. Nenoh Burhanah Holil dan suara shalawat pun bergema kembali menggetarkan ruangan dengan do’a agar diberikan pemimpin-pemimpin yang amanah memegang tanggung jawab menuju Bangsa yang Baldatun, Thoyibatun, wa Rabbun ghafur.
Kurang lebih 800 orang duduk dan berdiri di Gedung ini, menjadi saksi untuk senantiasa meneladani Rasululloh. Mulai dari Ibu Gubernur-Ibu Bupati-Ibu Kapolres-Muslimat NU-Aisyiah Muhammadiyah-GOW Kuningan-PUI, majelis-majelis taklim dan halaqoh-halaqoh binaan, dan bahkan masyarakat umum. Siapapun, apapun dan memakai baju apapun kita, ketika nilai kebenaran menjadi pegangan, maka semangat kebersamaan ini sama-sama bisa kita jaga untuk menuju perbaikan.

Dan 800 pun bertakbir, bershalawat, dan berdoa bersama,
Bahwa masing-masing kita pasti merindukan sebuah perbaikan untuk pribadi, masyarakat, bahkan bangsa dan negara ini.

“Rindu Rasul” mengiringi penutupan acara ini.
Semua yang hadir berdiri ..............
Berbaris......
untuk bisa berjabat tangan dengan Ibu Hj. Netty Prasetyani
Blitz kamera dari RCTV dan media daerah mengiringi langkah beliau dan rombongan menuju ke APV.

Dan satu per satu (walaupun tidak semua) beliau menjabat tangan erat dan mencium pipi kanan-kiri para hadirin (yang semuanya perempuan). Menyapa yang ada didekatnya, Ibu-Ibu yang sudah kelihatan tua renta, ibu-ibu yang sedang menggendong anaknya.
Pas ketika langkah beliau sampai di APV, Ibu Bupati sudah duduk dan beliau pun sudah duduk. Ada seorang Ibu dengan umur kurang lebih ½ abad menggendong cucunya meminta berjabat tangan dengan beliau, Bu Netty dengan senyum yang menghias diwajahnya turun kembali dari mobil, mencium bayi yang ada dipangkuannya dan berjabat tangan dengan Ibu tadi. Bahkan beliau bersedia untuk diambil foto.
Ada haru yang menghampiri dada, ada bening yang tertahan di pelupuk mata.

Akhirnya, beliau melaksanakan kembali perjalanannya menuju ke Pendopo Kuningan, mengunjungi Pondok Pesantren Husnul Khotimah, mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) dan kembali ke Kota Kembang.

Beliau bukan hanya milik kita, tapi milik masyarakat.
Tanggung jawab beliau bukan hanya di lingkaran-lingkaran kecil awal dari segala, tapi lingkaran-lingkaran kecil itu sekarang sudah semakin membesar dan meluas.
Saat ini terlantun kembali “Kuatkan pijakannya di jalan-Mu, kuatkan dirinya untuk bisa memegang amanah ummat, untuk menjadi pelayan ummat. Dan izinkan kami, untuk mengikuti langkah-langkah kebaikannya”.

2 komentar:

  1. Aslkm, blognya bagus mba..lebih dikembangkan lagi. afwan ana ijin link

    BalasHapus
  2. wsalam wr wb jazakalloh ahsanul jaza, insya Alloh pengen coba konsen jga u/ mengembangkan dakwah lewat tulisan, sedikit-sedikit dengan harapan bisa menjadi bukit.

    BalasHapus